Saturday, 14 November 2015

#5 Why Him?

Mungkin ada pepatah yang mengatakan "tidak membutuhkan alasan untuk mencintai seseorang" atau "cinta tidak butuh alasan", tapi entahlah mungkin lebih tepatnya ini adalah alasan mengapa saya merasa begitu bahagia dengan dia...

Seperti deskripsi saya sebelumnya, dia datang dengan menawarkanku kebahagiaan yang berlimpah. Dan jika setiap orang diibaratkan seperti koin yang mempunyai dua sisi berbeda tetapi tidak bisa dipisahkan, seperti itu pula sisi yang ada pada manusia dibalik setiap negatif pasti ada sisi positif dan sebaliknya. Dalam hubungan ini bersama pria ini saya justru menemukan lebih banyak sisi positifnya daripada sisi negatifnya, walaupun tidak bisa dipungkiri dia tidaklah sempurna. Itulah alasan mengapa dia dan mengapa saya yakin dengan hubungan ini.

Salah satu hal yang tidak bisa saya lupakan adalah, dia membuat saya menjadi seorang wanita yang benar-benar bahagia, benar-benar dihargai seutuhnya, benar-benar diakui sepenuhnya. Berjalan bersamanya serasa dia ingin mengatakan kepada dunia bahwa inilah wanitaku! Dan wanita mana yang tidak bahagia jika berada di posisiku saat itu? 
Dia mengenalkanku kepada keluarga, om, tante, adik, kakak, sepupu, teman, bahkan ibunya, seakan dia meyakinkanku bahwa dia sosok yang bisa dijadikan sandaran dan tidak akan pernah lari dalam keadaan apapun. 

Inilah yang kemudian membuat saya benar-benar menyandarkan seluruh tubuhku disamping tubuhnya, menyerahkan setiap detail permasalahan hidupku apapun dan dengan siapapun itu kepadanya, mejadikan dia solusi atas semuanya. Dia sendiri pun sadar, bahwa dialah "teman" terbaik yang kumiliki, yang harus selalu ada disampingku karena jika tidak saya akan terus mencari kemana teman itu pergi dan selalu menantikan kepulangannya. 

Orang bahkan tidak pernah melihat kondisi hubungan kami dalam keadaan yang tidak baik, orang selalu melihat bahwa kami baik-baik saja. Bagaimana tidak, saya memiliki teman hidup yang selalu mengalah tidak peduli siapa yang bersalah dan selalu melupakan amarahnya tidak peduli seberapa kuat itu. Dialah teman terbaik saat itu...

to be continue... 

No comments:

Post a Comment