Saturday, 14 November 2015

#1 Hallo Seniorku

Kalau dulu saya pernah bercerita tentang seseorang yang pernah ada dalam kisah percintaan saya namun kemudian mematahkan hati, kali ini saya akan bercerita panjang tentang kisah yang cukup singkat dengan latar belakang yang benar-benar jauh berbeda dengan kisah sebelumnya. Sebuah cerita yang mungkin tidak akan cukup dengan ribuan kosakata, sebuah cerita yang mungkin saja bisa menjadi sebuah artikel...

Agustus 2013 saya resmi berpisah dengan seorang laki-laki dengan gelar Mr.Hurty di cerita saya sebelumnya. Jujur setelah saat itu, belum terlintas di fikiranku untuk memulai hubungan baru dan rasanya seperti ingin diam dan memulihkan hati dulu. Tapi sebulan kemudian tepatnya bulan September, takdir berkata sebaliknya. Ada seorang laki-laki yang sudah cukup lama ada didalam kontak BBM saya, saya tau dia adalah senior kami di kampus tapi setauku dia angkatan 2007 dan hanya satu kali saya melihat kakak itu di jurusan. Anehnya,cukup lama kami menjadi teman BBM tapi sama sekali tidak pernah terlibat pembicaraan apapun. Oh iya saya ingat waktu itu saya sempat bertanya tentang DP (display picture)-nya si kakak karena kebetulan mirip dengan DP teman saya, tapi hanya sekali itu kami berkomunikasi dan sama sekali tidak pernah menanyakan siapa kamu siapa saya angkatan berapa dan apalah. Saya juga sering melihat dia memasang foto dengan pacarnya, saya juga sering memasang foto dengan pacar saya waktu itu (Mr.Hurty) sama sekali tidak pernah terlintas untuk berkenalan, apalagi menjalani hubungan lebih lanjut dengan kakak itu.

Suatu ketika, ada DM (direct message) dari kakak itu di twitter saya yang entah bagaimana caranya ternyata kami juga sudah berteman lama disitu. Dengan santainya dia memanggilku "indah", seperti orang yang sudah lama kenal denganku. Kami berkomunikasi baik malam itu, dia menanyakan tentang kesibukan dan apa kegiatan saya kedepannya, dan jujur saya shock karena saat itu awal pertama kami berbincang dia langsung mengajakku nonton. Sesuatu yang sangat aneh bagiku dan tentunya siapapun yang ada di posisiku saat itu akan merasa demikian, siapa yang tidak kaget ada laki-laki yang berani mengajak nonton di momen pertama saling bertegur sapa, aneh bukan?! Tapi dibalik semua keanehan itu, justru yang lebih aneh adalah kenapa saya menerima tawaran dari si kakak padahal baru kenal?! Calm, alasan saya cukup kuat kok, yang pertama karena walaupun itu komunikasi pertama tapi kakak itu jelas senior saya yang selama ini memang tidak pernah "punya catatan buruk" dengan saya pribadi, alasan kedua karena dari segi penampilan si kakak terlihat "sangat formal" yang artinya kemungkinan besar jauh dari ke-slengean, dan yang ketiga karena saat itu tawaran yang dia berikan adalah nonton film dokumenter di aula salah satu fakultas di kampus dan bukan film drama percintaan di bioskop, kesimpulannya ini merupakan kegiatan positif untuk menampilkan karya mahasiswa dengan memperkenalkan budaya lokal jadi bermanfaat dan bukan malah dijadikan ajang untuk mengungkapkan perasaan. Selain itu, karena kegiatan itu di kampus jadi menurut saya tidak ada celah untuk dia melakukan sesuatu yang berlebihan karena ini masih di area kampus (subhanallah fikiran saya sebegitunya hehe).

Hari itu hari yang bisa dibilang H1 PDKT, saya tidak banyak bertanya, dia yang malah tidak bisa berhenti bertanya soal saya terutama keputusan saya memilih berakhir dengan mantan sebelumnya. Si kakak juga menjelaskan bahwa ternyata dia sudah memperhatikan gerak-gerikku jauh sebelum hari dimana kami berkenalan, dia bahkan tau teman-temanku, pacarku dan dia tau bahwa kami sudah berakhir (woles, ini mah senjatanya cowok kan yah basi haha). Saya masih tidak percaya kami dipertemukan dengan jelas dan berkenalan. Nah ini dia yang akhirnya banyak menimbulkan spekulasi dimana-mana, banyak yang mengira bahwa kami bertemu di lokasi KKN jadi bisa dibilang cinlok, tapi bisa dikonfirmasi bahwa itu semua tidak benar, si kakak sudah KKN lebih dulu tepat di masa KKN angkatannya, dan saya pun demikian jadi kami murni baru bertemu dan berkenalan tidak lama sebelum akhirnya jadian!

H2 PDKT, dia mengajakku makan malam diluar nah ini agak lucu sih. Karena waktu itu saya belum konfirmasi apa-apa soal cowok yang PDKT sama saya kepada kakak-kakak penghuni rumah karena kebetulan sayanya ditau belum lama putus dari si mantan panik gegara si kakak ngajakin makan malam diluar! Akhirnya saya bilang silahkan jemput saya tapi tolong jangan masuk dulu ke dalam rumah karena masih belum enak, belum konfirmasi apa-apa. Eh tiba-tiba si kakak ngotot masuk ke rumah, speechless saya waktu itu dan pas saya ke ruang tamu ternyata dianya lagi asik ngobrol dengan kakak-kakak di rumah, akrab pula! Kebingungan iya, tapi lebih ke perasaan tenang, karena selain tidak perlu menyusun bait demi bait secara tidak langsung itu sudah menjadi bentuk konfirmasi yang efektif. Dan ada satu penilaian penting dari kedatangannya ke rumah, waktu mau berangkat dia meminta izin kepada kakak-kakak di rumah, ini sangat membuat saya terkesima karena cowok zaman sekarang jangankan minta izin untuk kenal dengan kerabat kita pun ogah-ogahan. Kesimpulan awal bisa dibilang dia pria bertanggung jawab. Saya sudah mengambil pelajaran positif hari itu tapi tiba-tiba dia meminta maaf karena lancang masuk ke rumah padahal saya bilangnya jangan, alasannya karena menurutnya tidak sopan kalau hanya sekedar menunggu diluar saja tanpa meminta izin, lagipula selain izin keluar dia perlu restu dari orang dekat saya walaupun mereka bukan keluarga kandung saya. Saya teringat kebiasaan yang selalu diterapkan orangtuaku, setiap teman yang datang menjeput, mau laki-laki mau perempuan, usahakan masuk dulu, duduk dan bertemu serta berjabat tangan dengan orang tua, setelah itu minta izin baru pergi, bukan hanya duduk menunggu dalam mobil atau di atas motor saja.

to be continue...




No comments:

Post a Comment