Hallo temans, kalo liat Kitty ingat siapa hayooo? Pasti ingatnya yang jelek kan?! Pernah nonton sinetron Catatan Hati Seorang Istri bukan? Pasti pernah kan yah, secara sinetron ini pernah menduduki rating tertinggi di salah satu stasiun tv swasta karena disukai hampir seluruh wanita khusunya para wanita yang sudah berumah tangga alias emak-emak. Udah ga usah di-describe panjang lebar intinya julukan hello kitty lahir kemudian menjadi buming dan bahkan sampai detik ini seakan menjadi maskot bagi para wanita yang merebut lelaki yang bukan miliknya.
Sadar ga sadar saya pernah berperan sbg hellokitty, bukan di sinetron atau layar lebar sayangnya tapi di kehidupan nyata!
September 2010, awal perkuliahan dimulai... saya yang masuk setelah 2 minggu masa perkuliahan berjalan serasa menjadi murid baru yang tidak tau apa2, harus berdaptasi dengan kultur mahasiswa fakultas tempatku berkuliah, harus pula beradaptasi dengan masyarakat di kota yang baru kutempati itu dengan latar belakang budaya yang sangat berbeda. 2 minggu berjalan, pengkaderan dimulai dan teman2 memutuskan untuk tinggal bersama di rumah salah seorang teman yang kemudian rumah tsb menjadi base camp kami. Saya yang pada saat itu belum tau seluk beluk tempat disana akhirnya meminta ketua kelas menjemputku dari kosan untuk ke base camp, tapi karena ada urusan dan tidak bisa menjemput jadinya saya disuruh menghubungi salah seorang teman yang kebetulan adalah pemilik rumah untuk menjemput saya.
Kami janjian waktu itu ketemuan di pom bensin depan kampus, setibanya di pom bensin saya kaget karena ternyata teman yang menjemputku adalah teman yang tadi paginya mengalami kecelakaan dalam perjalanan menuju kampus. Kaget dan tentunya tidak enak, juga agak sedikit heran kenapa ketua kelas menyuruhku menghubungi teman yang sedang luka2 ini kenapa bukan teman yang lain?! Ah sudahlah apa mau dikata masa dianya disuruh pulang ganti sama yang laen. Dan inilah awal pertemuan kami..
Setibanya di base camp...saya yang pada saat itu mengikuti pengkaderan dengan berat hati merasa semuanya benar2 sulit ditambah lingkungan belum saya kenal sepenuhnya, teman2 yang belum akrab dengan saya. Malam itu kami dibagikan baju merah yang menjadi ultimatum dari kakak2 senior (yang alumni fakultas ini pasti tau) untuk digunakan besok, sayangnya saya dikasi baju ukuran S padahal yang diminta ukuran XXL! Panik pastinya, terlebih pas dicoba ternyata bajunya selain tidak longgar juga agak pendek omg bencana! Saya protes tapi kata ketua kelas tinggal ukuran segitu yang tersedia saking banyaknya yang ngincar baju merah, akhirnya saya memutuskan untuk mencarinya lagi. Teman2 menyuruh 'sebut saja Mr. Hurty' untuk mengantar saya.
Pencarian baju merah lengan panjang ukuran XXL malem2 bukan hal yang mudah semudah banyangan saya, menembus angin, menahan kantuk cobaan betul. Finally, none sense kami pun pulang dengan tangan kosong. Di perjalanan pulang saya ketiduran dan karena hampir jatuh gara2 tidur di atas motor Mr. Hurty menarik tanganku dan melingkarkannya di perut beliau dan saya sadar itu setelah tiba di base camp. Biasa aja sih yaah, temen doang belum akrab malah cuman kebetulan insiden ketiduran di motor gegara kecapen yang sama sekali ga direncanakan itu, okeh case closed !
Segera setibanya di base camp saya langsung masuk di kamar cewek dan tidurrrrr, sementara teman2 lain masih sibuk kerja ini itu buat besok. Kebiasaan saya yang kalo udah ngantuk gabisa ditahan di kelas sekalipun ditambah keinginan ikut pengkaderan yang hanya setengah hati plus baju merah saya yang kekecilan membuat saya semakin tidak ingin pusing udah mau tidur aja pokoknya. Lagi pulas tidur tiba2 tengah malam saya dibangunkan sama seseorang yang menanyakan stambuk, hoohhh it's so killing me kebayang ga tengah malem ada yang bangunin tidur kamu cuman buat nanya stambuk??? Tebak siapa orangnya? Iya, Mr. Hurty! Ternyata sambil mengerjakan tugasnya, beliau juga mengerjakan tugasku padahal saya tidak minta untuk dikerjakan...speechless...
Semakin kesini hubunganku dengan teman2 semakin akrab, tapi ada satu hubungan yang entah bagaimana bisa tapi hubungan itu lebih akrab dari hubungan dengan yang lainnya. Ya, hubunganku dengan Mr. Hurty. Saya mulai merasa nyaman dengan lingkunganku, teman2, dosen, tetangga, walaupun tidak demikian dengan para senior (yaiyalah masa iya mau akrab sama senior secara kite masih maba). Dan semakin kesini Mr. Hurty semakin menyemangatiku bahkan menjadi kekuatan terbesarku di masa2 sulit waktu itu.
Sekali lagi saya sulit menemukan rangkaian kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana hubunganku dengan Mr. Hurty dimulai, karena bisa dibilang semuanya hanya berawal dari sebuah 'proses menuju pengkaderan'...dan dari awal pun kami tidak punya ketertarikan khusus satu sama lain, ini pun bukan love at the first sight, ini semua hanya muncul dari sebuah proses tanpa direncanakan sama sekali..proses dimana saya betul2 merasa abu2 dengan keadaan sekitar, proses dimana saya tidak ingin terlibat tapi harus terlibat, proses dimana saya membutuhkan penopang karena tidak bisa berdiri di atas kaki sendiri dan saya menemukan itu dari dia...kami sadar betul apa yang terjadi karena saat itu saya tau saya masih berstatus sbg pacar orang dan beliau sendiri pun demikian.
Kami menjalani semuanya membiarkan proses menuntun kami menemukan jalan keluar sampai suatu ketika kami mulai ramai dibicarakan oleh teman2. Saat itu saya paham bagaimana posisi kami berdua dan saya memilih mundur. Iya, mundur, mundur dari sebuah hubungan yang lebih dari sekedar teman tapi belum bisa dibilang pacaran. Mundur dari semua perhatian-perhatian yang seharusnya tidak boleh ada. Saya berusaha meminta maaf kepada Mr. Hurty, karena sama sekali tidak bermaksud menjadi pihak ketiga dalam hubungannya dengan orang lain. Saat itu Mr. Hurty meminta saya bertemu entahlah untuk apa. Ternyata sore itu dia mengajak saya keliling kota sambil bercerita sesuatu yang tidak ada di fikiranku sama sekali. Kami membahas masalah ini dan sadar bahwa ini sesuatu yang salah bahkan tidak boleh terjadi, tapi satu hal yang dia katakan bahwa ikuti saja kata hati karena itulah jalan yang akan membuatmu bahagia dan pada akhirnya kami berdua memilih untuk mengikuti kata hati kami masing-masing...saya yang sempat bermasalah dengan pacar saya sebelumnya kemudian memutuskan untuk mengakhiri hubungan dan memilih untuk menjalani dengan Mr. Hurty, tapi jangan salah permasalahan kami bukanlah karena ada orang lain yang masuk ke kehidupan kami tapi karena suatu keadaan yang benar-benar sulit untuk dipertahankan.
Dua tahun berlalu dengan tidak mudah…walaupun saya tahu hubungan ini tidak bisa dibenarkan oleh siapapun dan dengan alasan apapun, saya tetap hanya seorang wanita biasa yang menginginkan status, yang ingin menjadi satu-satunya dalam kehidupan Mr. Hurty. Saya sadar betul bahwa sangat tidak mudah menghadapi sifatku yang sangat keras kepala, pemaksa, pemarah , egois dan kekanak-kanakan. Saya yang hanya menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka justru menuntut banyak hal dari beliau, sekalipun waktunya paling banyak dia habiskan bersamaku. Ketika saya mempermasalahkan semua aktivitasnya yang ada sangkut pautnya dengan gadis itu, ketika saya mempunyai keinginan tapi tidak bisa dipenuhi. Tanyakan padanya bagaimana lelahnya dia menghadapiku, karena jika mengingat itu semua sepertinya saya yang merasa kewalahan.
Disisi lain, setiap saat saya memantau kehidupan mereka berdua melihat setiap detik yang mereka lakukan dan sehebat apapun Mr. Hurty menyembunyikannya dariku tidak ada satupun yang tidak kuketahui. Entah darimana saja saya mendapatkan info tapi selalu ada saja jalan yang menuntunku untuk tau apa yang mereka lakukan entah janjian makan atau sekedar saling member kabar dan mungkin itu semua kiasan dari Tuhan bahwa seharusnya hubungan kami tidak perlu dilanjutkan. Jujur dalam lubuk hati terdalam itu semua sangat menyakitkan tapi ada hati kecilku yang selalu bersuara “biarkanlah, kamu ingin memberontak sekalipun dia tidak akan salah karena itu masih menjadi haknya barbagaimanapun mereka masih dalam status yang resmi dan gadis itu adalah yang pertama. Posisikan dirimu sbg wanita itu yang tanpa ada salah apapun padamu tiba2 kamu mengambil kebahagiaannya! Dan sekarang ketika dia mendapatkan haknya dari pacarnya apa itu salah?” Benar2 posisi yang sangat sulit…
Saya tau diluar sana pacarnya paham dengan apa yang terjadi, tapi mungkin dengan kesabaran dan cintanya dia memilih bertahan. Saya sadar semua itu karena jujur hampir setiap saat saya men-stalk gadis itu, iya si gadis yang tidak bersalah. Ada rasa bersalah yang mendalam dihatiku, dibalik semua keegoisanku ingin memiliki Mr. Hurty seorang diri dengan status yang jelas. Saya menulis ini berharap kamu (gadis tidak bersalah) paham bahwa hubungan yang kami jalani selama kurang lebih 3 tahun yang mungkin ada di fikiranmu adalah hubungan yang bahagia, tapi itu tidak sepenuhnya tejadi karena saya akui justru lebih banyak luka dan duka ketimbang sukanya.
Saya juga ingin kamu tau bahwa Mr. Hurty tidak pernah bercerita ttg bagaimana kamu seperti apa dirimu tapi saya sendiri yang mencari tau bagaimana sebenarnya kamu. Saya banyak belajar dari semua kebaikanmu, terutama dari kesabaran dan kepercayaan serta komitmen dan kedewasaan yang kamu pegang selama menjalani hubungan. Dan Tuhan benar2 mengabulkan keinginanku selama itu untuk tidak pernah mempertemukan kita.
Mungkin saat ini kalian masih bisa bersama berbagi suka dan duka…………………………..kalau saja waktu itu saya lebih berfikir logis tanpa harus mengambil keputusan sebodoh itu.
Hampir 3 tahun kami berjalan, dia bilang kalau kalian akhirnya resmi berpisah. Disisi lain saya bahagia karena setidaknya dia punya keinginan untuk memperjuangkanku walaupun butuh waktu yang lama untuk sampai ke titik itu. Tapi disisi lain saya sedih memikirkan berapa kejamnya hidup, yang benar justru terpatahkan dan yang salah justru diperjuangkan dan sangat disesali karena saya justru melakonkan peran yang jahat itu!
Mungkin saya belum sempat menjelaskan beberapa hal yang sebenarnya penting. Ada banyak hal yang selama ini selalu saya tanyakan dan paksakan kepada Mr. Hurty, salah satunya adalah kapan putus dengan si dia dan jawabannya adalah tunggu dan bersabarlah. Saya juga bertanya apa alasan Mr. Hurty belum bisa putus dan jawabannya karena keluarga beliau sudah kenal dekat dengan keluarga si gadis dan itu adalah hal yang sulit. Entahlah benar atau tidak jawaban itu, saya juga pernah memberikan dia pilihan kalau memang memilih saya silahkan tinggalkan dia tapi kalau memang sulit atau tidak bisa silahkan pilih dia dan tinggalkan saya tapi sayangnya dia tidak memberikan piilihan!
Saya sempat beberapa kali putus asa, terutama ketika ada hal yang menurut saya penting untuk dijawab tapi dia memilih diam bahkan pergi dari kehidupan saya dalam beberapa waktu ketimbang memberikan penjelasan. Tapi karena alasan perasaan dan dari awal dia mendotrinku untuk mengikuti kata hati dan terutama mungkin karena dibutakan oleh yang namanya cinta saya memilih menjadi pemaaf dan menerima disaat dia ingin kembali lagi and it happened more and more. Kalau bisa dibilang pada kondisi seperti itu Mr. Hurty ibarat jelangkung yang datang tidak diundang pergipun tanpa kabar. Dan saya apa? Saya ibarat dermaga tempat persinggahannya, hanya bisa sabar ketika dia pergi dan hanya diam ketika dia ingin kembali. Tapi tidak bisa dipungkiri banyak kondisi dimana saya benar2 merengek meminta dia kembali entahlah tapi ini pertama dan terakhir kali saya meminta laki2 untuk tidak pergi, bisa dibayangkan betapa saya melupakan harga diri saya seperti itu hanya agar dia kembali. Yasudahlah saya anggap ini pembelajaran yang benar-benar berharga!
Sampai suatu ketika saatnnya kami ikut KKN 2013…saya yang waktu itu tidak selokasi dengan dia, sempat agak khawatir tapi semuanya saya pasrahkan saja dan berusaha untuk percaya dengannya. 2 minggu awal di tempat yang berbeda, dia selalu berusaha menghubungiku menanyakan kabar mengingatkan jangan sampai sakit tetap memakai jilbab berhati-hati dan lain sebagainya walaupun kondisi jaringan di tempatnya agak sulit, dia bahkan harus pergi di tempat yang agak tinggi Cuman untuk berkomunikasi dengan saya.
Setelah itu, entah kenapa dia seperti menghilang ditelan bumi, saya berusaha menghubunginya setiap hari tapi tidak diangkat pesan singkat pun tidak dibalas. Saat itu saya mencoba berfikir positif mungkin karena sudah memasuki minggu-minggu sibuk apalagi dia menajabat sebagai koordinator desa jadi saya fikir ada banyak hal yang harus diuurusnya sampai belum bisa menghubungiku, terakhir telvonku diangkat dia bilang sedang ada dalam perjalanan pulang ke rumah. Mengagetkan tentunya karena dia melakukan perjalanan jauh tanpa memberiku kabar, tapi karena alasan urusan pak desa jadi saya berusaha memahaminya, walaupun saat itu memang bicaraya agak sedikit aneh dan datar.
Kurang lebih 1-2 minggu kemudian temanku yang juga selokasi dengan Mr. Hurty memberiku kabar dia agak bingung bertemu Mr. Hurty di pasar berboncengan dengan seorang perempuan dan anehnya perempuan yang sama setiap paginya dan lebih aneh lagi kemana pun Mr. Hurty pergi perempuan itu yang diboncengnya tidak pernah orang lain. Dan ternyata sekecamatan pun sudah heboh dengan kabar tentang Mr. Hurty dengan perempuan itu. Saya cuma bisa bernafas panjang dan saat itu rasanya tidak ingin berfikir dulu selama beberapa waktu. Dan setelah tau masalah itu, saya benar-benar memutuskan untuk tidak pernah menghubunginya lagi walaupun hanya satu titik huruf agar apapun keputusanku nanti tidak akan terpengaruh dengan apapun penjelasannya.
Fikiranku akhirnya tenang, kemudian mulai berfikir apa yang seharusnya dilakukan dengan hubungan kami waktu itu dan sayapun menemukan solusi terbaik. Tapi solusi itu sendiri masih butuh satu hal agar bisa direalissikan dan yah hal yang dibutuhkan itu adalah keberanian menghadapi kenyataan. Saya mengumpulkan keberanian itu, mulai dari berfikir semua hal negatif tentang dia dan hubungan kami dan akhirnya saya menemukan keberanian itu. Karena solusinya memang hanya satu dan sederhana yaitu mengakhiri semuanya….
Untuk memutuskan berpisah mungkin sudah siap tapi saya masih berfikir bagaimana cara mengakhirinya dengan kondisi kami yang terpisah seperti itu. Hal yang saya takutkan adalah ketika saya memutuskan hal itu melalui pesan singkat, suatu saat ketika dia ingin kembali dia bisa saja mengatakan bahwa tidak ada pesan singkat yang masuk ke dia mngkin karena jaringan dsb. Saya memikirkan semua kemungkinan2 yang bakalan terjadi nanti, saya betul2 berhati2 dan mencari momen yang benar2 pas untuk mengakhiri ini semua karena keputusan saya waktu itu adalah ingin berpisah iya pisah yang berbeda dari perpisahan2 kami sebelumnya, pisah yang sebenar-benarnyanya berpisah sampai bahkan kami lupa kalau dulunya pernah kenal. Saya menunggu sampai tiba saatnya kami selesai KKN dengan kondisi yang tidak sibuk lagi dan dengan jaringan yang tidak bermasalah tentunya, karena sungguh saya tidak ingin hal apapun menjadi tameng yang nantinya akan menghalangi jalan kami untuk berpisah.
KKN usai…..lagi-lagi saya masih harus menunggu, menunggu Mr. Hurty yang waktu itu rombongannya pulang belakangan dari rombongan saya, menunggu momen yang benar-benar tepat untuk mengakhiri semuanya karena sekali lagi satu hal yang tidak saya tidak inginkan adalah ketika keputusan saya tidak diterima atau dipatahkan karena momen yang tidak tepat.
Pagi itu saya yang sudah mendapat kabar bahwa rombongan beliau sudah tiba kemarin, berfikir inilah waktu yang tepat, waktu yang ditunggu-tunggu selama beberapa minggu terakhir, waktu yang akan menentukan masa depan kami. Saya mengambil ponsel dan memberikannya kepada teman dekatku yang kebetulan tinggal serumah denganku yang tau seluk beluk tentang diriku, saya memintanya membaca kembali teks yang sudah saya susun selama berminggu-minggu yang rencananya akan saya kirimkan di hari yang tepat. Saat teman saya sedang asik membaca, saat itu saya juga sedang buru-buru masuk kamar mandi. Alhasil, ketika dia berteriak kepadaku bahwa susunan katanya sudah tepat tiba-tiba dia berteriak lagi dan ternyata ada sebuah panggilan dari Mr. Hurty. Saya kaget, ketika keluar dari kamar mandi saya mengambil ponsel yang saat itu ada pesan masuk ternyata dari Mr. Hurty. Sayangnya isi pesan itu bukan tentang bagaimana kabarmu sayang? Justru dia mengirimkan apa yang seharusnya saya kirimkan! Iya, dia ingin hubungan kami berakhir. Kaget pasti, saya sampai berteriak memanggil temanku dan menyuruhnya membaca isi pesan itu sambil berkata ‘saya kalah’! Bagaimana tidak, siapa yang bersalah siapa yang menghakimi dan siapa yang dihakimi, siapa yang bersalah siapa yang menang dan siapa yang kalah??? Harga diriku benar-benar sudah diinjak-injak!!! Saya marah kepada diriku sendiri, karena terlalu banyak pertimbangan demi sebuah momen yang tepat. Hanya itu yang ada dibenakku saat itu, bukanlah rasa sedih seperti biasa saya rasakan di momen-momen putus sebelumnya.
Saya kembali bernafas panjang, Tuhan kembali memberikanku kekalahan telak yang benar-benar tidak bisa diterima. Benar saja, mungkin saya memang pantas mendapatkannya, karena selama ini Tuhan selalu membiarkanku menang sekalipun dalam kondisi tidak benar sekalipun. Saya berusaha menerima itu semua sebagai sebuah karma yang wajar dan itulah pertama kali saya percaya akan yang namanya karma.
Tidak lama kemudian hubungan Mr. Hurty dengan perempuan itu berakhir...dia sempat memberiku perhatian kembali dan sempat berusaha mencari celah untuk kembali tapi Alhamdulillah saya tetap teguh untuk tidak ingin kembali. Dia pernah mengirim pesan di line dan sempat marah karena saya menghapus pertemanan di salah satu jejaring sosial padahal bukan saya yang melakukan itu, sampai akhirnya terungkitlah masalalu kami dan dia sempat berkata ”kalau saya tidak menyayangimu, tidak mungkin saya putuskan perempuan itu” tapi saya menjawab “andaikan kamu menyayangiku, tidak akan mungkin terbesit dalam benakmu untuk menghancurkan hubungan ini!” Mr. Hurty juga pernah menanyakan bagaimana kabar hatiku saat itu tapi saya menjawabnya sudah sangat baik!
Dia sempat curhat ke teman-temanku bahwa dia kecewa karena saya sudah memiliki pengganti secepat itu dan sayangnya pacar saya ‘seatap’ (sejurusan) dengan kami tapi apapun yang teman-teman saya sampaikan tentang dia, saya memilih tidak berkomentar dan tidak ingin tau apa-apa lagi. Sampai pada idul adha 2013 dia mengirmkan pesan yang isinya “inshaallah hari ini saya sudah mulai bisa move on dari kamu, semoga kamu bahagia”, saya kaget tapi untuk apa juga dibalas saya cuma berharap masing-masing dari kita hidup bahagia dan melupakan segala hal yang pernah terjadi di masalalu.
Tulisan ini mencoba menguraikan bagaimana awal serta proses didalamnya yang benar-benar tidak mudah, bahkan akhir yang pahit yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. We were done, no I am done !
Terima kasih cantik, karena selama proses menyakitkan dalam hidupmu itu terjadi tidak pernah sedikitpun terbesit dalam hatimu untuk mencari dimana saya apalagi berusaha merusak hidupku atau hubunganku dengan kekasihmu saat itu. Andaikan saya tidak belajar darimu tentang indahnya bersabar, mungkin saat itu saya sudah merusak bukan cuma hubungan mereka tapi juga merusak wanita itu, seperti ancaman saya kpd Mr. Hurty!
Anyway gara-gara kebanyakan nge-stalk kamu, saya bahkan tau banyak hal tentang dirimu, saudaramu, tempat tinggal, warna kesukaan, tempat nongkrong, hobi, teman-temanmu bahkan tempat dimana kamu bekerja saya tau semuanya. Saya juga tau bagaimana curahan hati kamu, apa yang kamu rasakan saat itu, termasuk caramu menyikapi semua kepahitan yang terjadi. Jadi ingat dulu saya pernah marah sama Mr. Hurty gara-gara dia mau ngecat motornya dengan warna orange, entah karena memang keinginannya atau karena itu warna favoritmu. Selfish me!
Maafkan saya atas semuanya yang merubah jalan hidupmu dengan cara yang tidak indah. Sampai saat ini masih belum percaya menjadi orang ketiga dan dibalas dengan hadirnya orang ketiga, pertama kali dalam hidup tapi itulah karma dan ‘saya belajar’ bahwa sesuatu yang diperoleh dengan cara yang tidak baik, maka tidak baik pula hasilnya…
Sekarang saya benar-benar ingin berteman denganmu. Terima kasih sudah mengizinkanku berteman denganmu walau masih sebatas dalam media sosial dan mengizinkan saya untuk walaupun belum secara langsung. Tapi suatu saat semoga kita bisa bertemu eh iya jadi ingat waktu petama kali saya meng-add kamu di path dan kemudian beberapa minggu setelahnya kita berteman, masih ingat kan? Saat itu saya kaget karena teman-teman pada heboh termasuk Mr. Hurty dan mereka menunjukkan beberapa twit dari Mr. Hurty yang isinya “iya, silahkan berkelahi saja”, “ketika bumi dan langi bertemu, entah apa yang akan terjadi”. Dari twit itu saya berfikir memang kita bagaikan bumi dan langit, saya dengan keras kepalaku pemarah tukang ngambek tidak sabaran dan selalu mengajak Mr. Hurty bertengkar hebat setiap saat dan kamu dengan kesabaran kedewasaan kelembutan dan kepercayaanmu yang selalu membuatnya merasa damai dan itulah yang membuat saya yakin bahwa jau di lubuk hatinya yang terdalam kamuah orang yang sangat dia cintai saat itu walaupun orang mengatakan bahwa saya yang paling dia cintai tapi saya sebagai perempuan yang menjalani ini semua paham siapa yang paling dia cintai sebenarnya. Dan dari twit itu juga seharusnya Mr. Hurty bahagia dan lega karena kita sama2 membuka hati untuk mengakhirinya dengan indah.
Terima kasih sekali lagi dan maaf tiada henti……
Sampai saat ini ada berita apapun tentang Mr. Hurty pasti saya tau, bagaimana tidak teman-teman pasti mengabariku bahkan saat dia punya pacar baru dan apalah itu termasuk saat dia wisuda dan temanku memintaku memberikan ucapan selamat kepadanya, atas itu semua saya cuma bisa bilang it’s not my business anymore guys, kami punya kehidupan berbeda saat ini dan jauh saat saya memutuskan untuk berakhir….
Dan kalau dengan kamu dia masih bisa berteman akrab bahkan saat ini menjadi sahabat baik, entah kenapa denganku dia enggan berbicara banyak, dia meghapusku dari segala pertemanan baik di media sosial maupun di private chat. Dia bahkan tidak pernah menegurku secara langsung,menatap saja dia belum berani . end….